MILAD FISIPOL KE- 31

Dalam rangka Milad FISIPOL UMY ke- 31, BEM FISIPOL UMY mengadakan acara yang bertemakan "Bersama Mendunia Dengan Jiwa Muda". Rangkaian acara ini diantarany penampilan pentas seni, festival kuliner, bazar produk wirausaha mahasiswa, fisipol book fair, pelayanan cek oli dan aki gratis dari Astra Otoparts.

Ayo kita meriahkan acara MILAD FISIPOL UMY ke- 31 dengan semangat Mendunia Dengan Jiwa Muda...!!


THE RAID FILM LAGA INDONESIA YANG MENYABET BANYAK PENGHARGAAN


Dewasa ini film Indonesia banyak menuai protes dari masyarakat Indonesia yang menganggap film Indonesia sudah sangat monoton dan tidak se-elite film-film dari negara lainnya, Apalagi dengan maraknya produksi film horor yang kental dengan adegan-adegan pornonya. Jika diperhatikan lebih banyak adegan pornonya daripada hantunya yang dimunculkan. Hal ini membuat resah para penggemar setia film Indonesia karena mau tidak mau hal ini akan berpengaruh pada kehidupan sosial juga perekonomian masyarakat Indonesia.
Namun sejak akhir tahun 2011 yang lalu kekhawatiran para penggemar film-film Indonesia terutama yang bergenre laga akan tertepiskan dengan munculnya film yang disutradai oleh  Gareth Evans yang berjudul The Raid (Serbuan Maut). Film tersebut menceritakan tentang  Sekelompok tim SWAT yang tiba di sebuah blok apartemen kumuh dengan misi menangkap pemiliknya, seorang raja bandar narkotik bernama Tama. Blok ini tidak pernah digerebek ataupun tersentuh oleh Polisi sebelumnya. Sebagai tempat yang tidak dijangkau oleh pihak berwajib, gedung tersebut menjadi tempat berlindung para pembunuh, anggota geng, pemerkosa, dan pencuri yang mencari tempat tinggal aman. Mulai bertindak di pagi buta, kelompok SWAT diam-diam merambah ke dalam gedung dan mengendalikan setiap lantai yang mereka naiki dengan mantap.
Penyeragapan mereka terbongkar ketika gerakan mereka terpantau oleh kamera pengintai di gedung tersebut. Dari penthouse suite-nya, Tama memerintahkan untuk mengunci gedung apartemen dengan memadamkan lampu dan menutup semua jalan keluar. Terjebak di lantai 6 tanpa komunikasi dan diserang oleh penghuni apartemen yang diperintahkan oleh Tama, tim SWAT harus berjuang melewati setiap lantai dan setiap ruangan untuk menyelesaikan misi mereka dan bertahan hidup.
Sekilas sinopsis tentang film yang  tayang secara serentak di Indonesia dan Amerika pada tanggal 23 Maret 2012. Film ini sudah memulai debut World Premiernya pada Toronto Internasional Film Festival, dan sukses menuai banyak pujian. Masyarakat pemerhati film banyak yang terpesona dengan film yang dibintangi oleh Iko Uwais, Ray Sahetapy, Pierre Gruno dan Donny Alamsyah. Sebelumnya Iko Uwais dan sutradara Gareth Evans pernah menuai sukses pada film sebelumnya yaitu merantau.
Sesuatu yang jarang tengah terjadi di jagat sinema kita,  Film Indonesia mampu bicara di ajang festival film internasional. Yang lebih jarang lagi, film yang dibicarkan itu bukan film jenis drama maupun kelas festival macam film-film karya Garin Nugroho, melainkan film yang mengandalkan aksi. Menurut Arie Sugantoro yang memproduseri film ini, pada awalnya The Raid akan diedarkan di Indonesia dengan judul Serbuan Maut. Namun dengan berbagai pertimbangan, akhirnya mereka memutuskan akan menggunakan judul yang sama dengan versi internasional. Dan yang lebih membanggakan, untuk versi internasional yang akan beredar worldwide tahun depan, music scoring akan ditangani Mike Shinoda (Linkin Park) & Joe Trapanase (composer Fast Five, Tron Legacy & Dexter Series).
Film yang sudah ditunggu-tunggu oleh masyarakat Indonesia ternyata juga akan diputar diseluruh Amerika karena film tersebut hak distribusinya dibeli oleh Sony Pictures WorldWide Acquisition (SPWA). Selain di Amerika, film ini juga telah terjual di berbagai network dan akan didistribusikan ke wilayah-wilayah lainnya seperti Kanada oleh Alliance, Inggris oleh momentum, Australia oleh madman, Prancis oleh SND, Jerman oleh kosch, Jepang oleh kadokawa, Cina oleh HGC, dan Turki oleh calinors.
Adegan-adegan dalam film ini sangat mengaggumkan seakan ini film asli hollywood, dan adegannya tampak seperti sungguhan. Tak heran film ini mendapat sambutan positif di festival film toronto kanada.
The Raid (2012) adalah film ketiga karya Gareth Evans, yang rilis di Indonesia akhir Maret 2012 ini telah meraih penghargaan The Cadillac People's Choice Awards pada Toronto International Film Festival 2011. Selain itu The Raid juga menjadi salah satu film Indonesia yang diputar untuk "A Window of Asian Cinema" pada Busan International Film Festival 2011. The Raid menjadi film penutup pada Indonesia International Fantastic Film Festival (INAFFF) 2011. Ketika diputar pada penyelenggaraan Sundance Film Festival 2012, film ini mendapatkan sambutan hangat dari penggemar dan kritikus film Amerika. Film ini telah dibeli hak remakenya oleh Sonny Pictures.
Dari hal-hal yang telah dibahas maka alangkah sayangnya apabila anda tidak ikut andil dalam menonton film The Raid yang bahkan sebelum dirilis pun sudah banyak dibicarakan oleh banyak kalangan. ( Mutia )

MANFAAT KOMUNIKASI DI ERA KOMUNIKASI 2.0


Munculnya teknologi web 2.0 telah melahirkan revolusi dibidang Komunikasi. Semula informasi dari website berjalan searah, tapi sekarang semua orang bisa menjadi kreator konten di internet dengan berkembangnya layanan seperti blog dan situs jaringan sosial. Implikasi dari Web 2.0 adalah lahirnya Social Media yang kini telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam berkomunikasi. Fenomena Facebook dan Twitter menjadi salah satu contoh dimana masyarakat kita saat ini tidak bisa lepas dengan Social Network.
Web 2.0 adalah aplikasi web yang memfasilitasi interaksi yang lebih interaktif (dua arah) dari penyedia/pengisi konten dengan penikmatnya. Aplikasi tersebut selain memungkinkan terjadinya dialog, juga information sharing dari dua belah pihak. Bisa dikatakan dengan aplikasi tersebut  dapat memunculkan dari diskusi hingga kolaborasi.
Dengan munculnya teknologi web 2.0 memberikan efek booming media digital di Indonesia. Menurut mahasiswa Singapore Management University jurusan Corporate Communications yang membuat studi media digital di Indonesia. Jumlah pengguna internet di Indonesia pada tahun 2011 tela h mencapai 55 juta orang, meningkat dari tahun sebelumnya di nomor 42 juta. Dibandingkan dengan penduduk negeri yang sekitar 240 juta orang, itu berarti 23% Indonesia memiliki tingkat penetrasi internet 23% dan didominasi oleh kota-kota-hanya besar 4,1% terletak di daerah pedesaan. Angka-angka ini diperkirakan akan meningkat secara signifikan di tahun-tahun mendatang sebagai teknologi menjadi lebih terjangkau. Jumlah orang yang menggunakan perangkat mobile mencapai 29 juta orang. Ini berarti bahwa pengguna internet lebih dari 50% pada perangkat mobile untuk menggunakan Indonesia browsing di internet.

Dalam dunia media sosial Indonesia menempati peringkat ke- 3 pengguna Twitter di dunia dan menempati peringkat ke–2 pengguna Facebook di dunia. Dilihat dari berkembangnya teknologi dapat memeberikan manfaat yang banyak dalam dunia Komunikasi sepert Broadcasting, Advertising maupun Public Relation. Ada banyak contoh pemanfaatan media sosial dibidang Komunikasi yang bisa menjadi referensi kita.
Tony Blank Show, sebuah acara yang tidak asing lagi di jagad youtube acara yang menampilkan wawancara serta penjelasan dari seorang pria yang diduga mengidap schizopernia yang merupakan suatu kondisi kekacauan jiwa serius yang ditandai dengan kehilangan kontak pada kenyataan ( psikosis ). Namun acara terebut menjadi tontonan yang menarik di Youtube, kita akan dibuat tertawa oleh acara terrsebut. Lebih dari seratus ribu orang yang menonton acara tersebut setiap episodenya melalui youtube.
Acara seperti Tony Blank Show bisa saja kita jadikan contoh untuk mempromosikan karya atau tugas – tugas kita yang seringkali hanya menjadi tumpukan CD di kamar. Ketika teman – teman yang mengambil konsentrasi Broadcasting membuat tugas program tv kita bisa juga mengupload tugas kita di youtube agar semua orang dapat menonton acara kita.
Sebagai seorang PR ( Public Relation ) dalam era komunikasi 2.0 bersentuhan dengan media (melalui strategi Media Relations), dengan pemerintah (melalui Goverment Relations) dan sedikit bersentuhan dengan konsumen melalui Marketing PR, maka kini mereka harus bersentuhan langsung dengan publik dan konsumen di dunia maya.
Namun sayangnya, Profesional PR masih lamban mengadaptasi perubahan konsumen di era digital ini, terutama yang didorong maraknya Web 2.0, para praktisi PR di Indonesia masih berkutat di Public Relations 1.0 -sebuah strategi PR yang menempatkan middle man, yakni para jurnalis, sebagai penyampai pesan-. Padahal, sesuai dengan konsep 2.0, PR 2.0 memanfaatkan web – web 2.0 untuk mencapai lebih jauh, lebih efektif dan tentunya juga lebih efesien dari segi biaya. PR 2.0 adalah definisi ulang dari kegiatan PR akibat pengaruh teknologi berbasis web dan multimedia. Jadi, PR 2.0 bukan lagi sekadar mengelola jurnalis, tetapi juga mengelola konsumen yang mampu menjadi publisher di dunia maya. Posisi konsumen kini sudah naik pangkat. Mereka tidak lagi sekadar konsumen, tapi juga publisher dan influencer.
Di dunia Advertising, dalam era komunikasi 2.0 konsumen tidak lagi percaya dengan iklan yang konvensional dimana konsumen hanya menerima pesan, konsumen kini lebih percaya apa yang dibicarakan oleh Influencer. Contohnya brand Nexian yang menggunakan Raditya Dika sebagai influencer untuk membicarakan Nexian setiap hari, dengan begitu konsumen akan lebih percaya apa yang dikatakan idolanya dari pada iklan yang mereka tayangkan. Dengan social media kita dapat membangun engagement antara brand dan konsumen.
 Melalui era komunikasi 2.0 kini menjadi senjata yang ampuh untuk menarik konsumen ataupun mempublikasikan karya yang kita buat. Sudah bukan jamnnya lagi kita melakukan komunikasi yang konvensional di era komunikasi 2.0, semuanya dapat kita lakukan dengan mudah dan murah.
 ( Terbit di Mading INKOM )

Kurangnya Pengawasan,Mahasiswa Parkir Sembarangan


( Foto : Kamalia R. )

Yogjakarta- Senin (02/04/2012), Peraturan yang dibuat oleh Universitas Muhammadiyah Yogjakarta (UMY) nampaknya tidak di hiraukan oleh para Mahasiswanya.Ini terlihat dari pelanggaran penggunaan jalan umum sebagai area parker di jalan depan Fakultas Agama Islam (FAI).Mahasiswa meletakkan  motor di tempat tersebut dengan alasan lebih mudah.Senin (02/04)

Shiva,mahasiswa FAI yang parkIr di tempat tersebut menjelaskan bahwa sebenarnya sudah mengetahui tanda yang bertuliskan “P” dicoret merupakan larangan parkIr di tempat tersebut. Mereka memiliki beberapa alasan terkait dengan pelanggaran yang mereka lakukan, diantarannya parkIr di tempat tersebut lebih mudah dan lebih cepat mencapai ruang kuliah mereka.”Karena itu sudah menjadi tradisi ya,disamping deket dengan ruang kulah juga cepat dan tidak ribet”,jelas Shiva siang itu.

Mahasiswa memang pernah mendapatkan teguran langsung dari pihak keamanan kampus .Teguran itu berupa penggembosan ban maupun secara lisan kepada mahasiswa.Namun lemahnya pengawasan pada pukul 09.00 ke atas,mahasiswa menjadi mudah untuk melakukan pelanggaran tersebut. ( Kamalia dana Ria )

Ambient Media di Eskalator

Iklan merupakan cara yang biasanya di gunakan sebuah perusahaan untuk menarik konsumen. Banyaknya pesaing yang juga melakukan hal yang sama, maka dibutuhkan kreativitas dalam membuat iklan yang menarik, salah satunya dengan Ambient Media.
Ambient Media merupakan salah satu bentuk new media dalam beriklan. Ambient media memiliki cara bertutur yang berbeda dengan iklan konvensional. Semangat yang dibawa oleh ambient media adalah memberikan pengalaman yang tidak terlupakan (memorable experience) kepada konsumen. Ambient media: “It works for two simple reasons-it gets people's attention and provokes an emotional response”. (Syamsul Bahri, 2007 ).
 Dibawah ini merupakan contoh ambient media yang menggunakan eskalator :



iklan printer :

iklan mobil :

serta yang ini juga :

Festival Film Solo 2012


LADRANG AWARD adalah Kompetisi Film Fiksi-Pendek Indonesia untuk Kategori Umum-Nasional.
  1. Genre film adalah FIKSI dengan DURASI MAKSIMAL 30 menit
  2. Tahun produksi film adalah 2010, 2011 dan 2012
  3. Film diproduksi di Indonesia atau di negara lain dengan mengetengahkan cerita yang terkait dengan Indonesia
  4. Film yang menggunakan bahasa selain Bahasa Indonesia, WAJIB memiliki subtitle Bahasa Indonesia
  5. Format film yang dikirimkan adalah DUA buah DVD-Video PAL (DVD-Play), dan BUKAN DVD Data
  6. Pendaftar bertanggungjawab penuh atas orisinalitas semua materi dalam film yang dikirimkan dan WAJIB menyertakan surat ijin dari pemegang Hak Cipta APABILA menggunakan materi non-orisinal
  7. Pendaftar wajib mengisi secara LENGKAP formulir pendaftaran yang dapat diunduh di website www.festivalfilmsolo.com
  8. Film, formulir dan seluruh kelengkapan harus SUDAH diterima oleh pengelola Festival Film Solo paling lambat tanggal 25 Maret 2012 Jam 24.00 WIB
  9. Film, formulir dan seluruh kelengkapan dikirimkan ke:
PENGELOLA FESTIVAL FILM SOLO
Pondok Baru Permai
Jl. Cenderawasih Blok H No.6
Gentan – Sukoharjo, Jawa Tengah

Untuk download formulir dapat langsung menuju website Festival Film Solo 2012


Juri Ladrang Award

SENO GUMIRA AJIDARMA
Lahir pada tahun 1958. Seno menulis sejak 1974 dan bekerja sebagai wartawan dari 1977. Mulai 1985, ia bekerja untuk Gramedia Majalah. Seno menerima sejumlah penghargaan sastra, dan tulisannya telah diterjemahkan ke berbagai bahasa. Selain menulis, juga memotret dan berpameran. Ia mengajar di almamaternya, Fakultas Film dan Televisi Institut Kesenian Jakarta (IKJ) dan Program Pascasarjana Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (UI).



JOKO ANWAR
Lahir di Medan pada 3 Januari 1976. Joko Kecil tumbuh besar dalam pengaruh film-film kungfu dan horor. Joko kuliah di Institut Teknologi Bandung. Setelah lulus pada 1999, ia menjadi wartawan The Jakarta Post. Joko mulai terlibat produksi film melalui Biola Tak Berdawai (2003) dan Arisan! (2003) yang mendapatkan pujian dari para kritikus dan memenangkan penghargaan pada beberapa festival. Janji Joni (2005), Kala (2007), Quickie Express (2007), Jakarta Undercover (2007), Fiksi (2008) dan Pintu Terlarang (2009) adalah sederet karya yang mengantarkan Joko memiliki banyak pengalaman festival, di antaranya Sydney Film Festival, Pusan International Film Festival, New York Asian Film Festival, Jakarta International Film Festival, International Film Festival Rotterdam dan Puchon International Fantastic Film Festival. Joko akan merilis film panjang terbarunya, Modus Anomali, pada April 2012.


 
IFA ISFANSYAH
Lahir di Yogyakarta pada tahun 1979. Menyelesaikan studinya di Jurusan Televisi – Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Ifa adalah salah satu pendiri komunitas Fourcolours Films pada 2001 dan sejak saat itulah ia mulai aktif memproduksi film pendek. Harap Tenang, Ada Ujian! — salah satu film pendeknya — adalah peraih Piala Citra untuk Kategori FIlm Pendek di Festival Film Indonesia (FFI) 2006. Film pendeknya yang lain, Setengah Sendok Teh, masuk sebagai finalis pada Tiger Award – International Film Festival Rotterdam (IFFR) dan mendapatkan penghargaan pula sebagai Film Pendek Asia Terbaik di Hongkong Independent Film-Video Award 2008. Ifa mendapatkan beasiswa dari Asian Film Academy (AFA) Busan International Film Festival 2006 untuk melanjutkan studi penyutradaraannya di Im Kwon Taek College of Film & Performing Art, Korea Selatan. Sekembalinya ke Indonesia, Ifa mengerjakan film panjang pertamanya, Garuda di Dadaku, yang meraih 1,4 juta penonton. Film panjang keduanya, Sang Penari, dinobatkan sebagai Film Terbaik pada Festival Film Indonesia (FFI) 2011 sekaligus mengantarkannya sebagai Sutradara Terbaik Indonesia tahun 2011. Kini publik tengah menanti Ifa untuk menyelesaikan film panjang berjudul Rumah dan Musim Hujan, yang turut didanai oleh Hubert Bals Fund – International Film Festival Rotterdam (IFFR) sejak 2008.

Marketing vs. Advertising: Apa Bedanya?

   Anda mungkin sering menemukan banyak orang sulit membedakan antara marketing dengan advertising atau sebaliknya. Walaupun kedua ilmu tersebut sama-sama penting, tapi sangatlah berbeda. Jika Anda memahami perbedaannya dan rajin melakukan riset maka perusahaan sudah berada dalam jalur yang tepat untuk bertumbuh.
Mari kita mulai dengan meneliti definisi formal dari keduanya, lalu kita telusuri lebih lanjut bagaimana marketing berbeda dengan advertising.

Advertising
   Suatu pengumuman atau pesan persuasif berbayar, publik dan non-personal oleh suatu sponsor yang jelas. Bisa juga diartikan suatu presentasi atau promosi non-personal yang dilakukan oleh suatu perusahaan untuk suatu produknya, yang ditujukan untuk semua pelanggan atau calon pelanggannya.

Marketing
   Suatu perencanaan, implementasi, dan kendali sistematik dari sekelompok aktivitas bisnis, yang bertujuan untuk menyatukan semua pembeli dan penjual yang terlibat dalam suatu interaksi yang sama-sama menguntungkan.
Setelah membaca kedua definisi tersebut, maka mudah untuk mengerti bagaimana perbedaannya, dan mengapa bisa membingungkan sehingga banyak orang menganggapnya sama. Jadi coba kita uraikan lagi sedikit demi sedikit.

   Advertising hanyalah satu bagian dari suatu proses marketing. Bagian tersebut adalah bagian yang mencakup aktivitas penyampaian pesan yang menyangkut bisnis, produk, atau jasa yang ditawarkan perusahaan. Semua itu juga mencakup proses pengembangan strategi seperti placement, frekuensi penayangan, dan lain-lain.

   Advertising mencakup placement atau penempatan suatu iklan dalam macam-macam media seperti koran, direct mail, billboard, televisi, radio, dan Internet. Advertising adalah bagian yang paling banyak memakan budget dari kebanyakan aktivitas marketing. Bagian PR mungkin adalah yang kedua memakan budget terbesar, yang bersaing ketat dengan riset marketing.

   Cara terbaik untuk membedakan antara advertising dan marketing adalah mengumpamakan marketing sebagai sebuah kue, dimana di dalam kue marketing tersebut terdapat irisan advertising, riset, media planning, PR, product pricing, distribusi, customer support, strategi penjualan, serta komunitas. Advertising hanya bagian dari marketing. Semua bagian tersebut harus bekerjasama dan tidak bisa berdiri sendiri-sendiri untuk mencapai tujuan secara keseluruhan.

   Marketing adalah suatu proses yang butuh waktu dan menghabiskan banyak waktu untuk riset dan implementasi marketing plan supaya bisa menjadi efektif. Marketing adalah segala sesuatu yang diperbuat perusahaan untuk memfasilitasi segala interaksi yang terjadi antara perusahaan dengan konsumen atau pelanggannya.

Sumber :  http://kampus.marketing.co.id/2011/08/23/marketing-vs-advertising-apa-bedanya/

Belajar dari Krisis PR Indofood


Image 

Oktober lalu PT Indofood Sukses Makmur Tbk. tersandung krisis. Pemerintah Taiwan menarik produk mi instan keluaran perusahaan ini (Indomie) dari pasaran karena kandungan zat tertentu yang dinilai melebihi ambang batas. Isu ini kemudian bergulir dan sempat mempengaruhi publik di dalam negeri Indonesia. Beruntunglah, krisis segera ditangani dengan baik sehingga tidak menimbulkan dampak yang parah. Apa saja pengalaman yang bisa ditarik dari kasus tersebut Indofood ini? Berikut adalah step-step yang disarankan Presiden IPRA Elizabeth Gunawan Ananto dan praktisi PR Syahrisa Syahrul untuk mengatasi kasus PR seperti nyang dihadapi Indomie.

1) Analisis kebenaran berita, sumber berita, sejauhmana berita sudah tersebar, seberapa jauh dampaknya, dan pemetaan publik yang terkena dampaknya.

2) Buat skenario secara cepat dan akurat. Jelaskan situasi secara komprehensif dan apa adanya sehingga publik paham akan adanya perbedaan kalau hal itu benar. Jangan menyangkal, mintalah permohonan maaf atas pemberitaan ini.

3) Up date setiap perkembangan terbaru sehingga publik mengetahui kondisi real-nya, bukan rumor yang beredar. Jangan ciptakan statement yang justru menciptakan wacana baru di publik.

4) Libatkan semua pihak yang terkait dengan kasus ini—dari lokal Indonesia dan Taiwan seperti Departemen Kesehatan Biro Keamanan Makanan Taiwan dan Badan POM untuk Indonesia. Selain itu, jangan biarkan berita jadi melebar kemana-mana sebelum adanya fakta yang jelas.

5) Publik tertentu bisa saja digiring kepada pemahaman nasionalisme yang sempit, namun pejabat publik seharusnya bersikap netral saja.

6) Munculkan tokoh-tokoh yang dipercaya publik untuk kredibilitas dalam bidang pangan, BPOM, YLKI dan media. Dapat juga dibantu dengan pernyataan badan pengawas di negara lain yang dapat mendukung pernyataan Indomie.

7) Support media dengan pemberitaan dari negara-negara lain yang menyatakan bahwa Indomie di negara berkaitan aman untuk dikonsumsi contohnya pernyataan dari AVA Singapore.

8) Rasa nasionalisme publik akan tumbuh dengan sendirinya tanpa dipaksa apabila si produk/brand yang terkena problem memiliki attachement yang kuat dengan publiknya. Karena itu dalam kasus seperti ini sebenarnya DPR tidak perlu turun tangan.

9) Selain media konvensional semacam radio dan harian (yang sifatnya lebih aktual), bisa juga digunakan channel berbasis internet (portal, web, blog, twitter, fb dan jejaring social) untuk sosialisasi ke masyarakat. Tetapi berhati-hatilah dengan medium jejaring sosial. Karena dengan kolomnya yang sangat terbatas, kemungkinan kesalahan persepsi cukup besar.

sumber : http://mix.co.id/index.php?option=com_content&task=view&id=631&Itemid=147

“Sebuah Catatan Inspiratif dari Sahabat-sahabat disana”



Penulis                 : Miftahul Arzak
Judul                    : Koloni Lebah dari 2 Pulau 
Genre                   : Cerita Inspiratif
Tebal                    : 132 Halaman

Pertandingan Pembuka KOMAKOM CUP, Banyak Kejutan


Kejutan mewarnai  pada pertandingan pembuka KOMAKOM CUP yang dilangsungkan  di 5G Ball 12/12/2011, dengan tumbangnya tim - tim favorit   . Tim Broadcast 2009 yang dijagokan tampil di partai puncak, harus angkat koper lebih awal karena kalah dari juniornya tim IK E 2011 dengan skor 6 - 5. Hal yang sama juga dialami Adv 05 yang harus mengakui Adv 09 dengan skor 2-3.

Pertandingan anatara Broadcast 09 dan IK E 2011 sudah terlihat tidak seimbang sejak babak pertama. Permainan impresif IK E 2011 langsung membuahkan hasil pada menit ke- 4 lewat aksi Agung menjebol gawang Broadcast 09 yang dikawal Roman. Beberapa kali Broadcast 09 juga memberi ancaman dengan mengandalkan Yodi sebagai penyerang namun tendangannya masih bisa diselamatkan Panut, kiper dari IK E 2011. Pada babak pertama Broadcast 09 harus tertinggal 5-1 dari IK E 2011.

 Untuk mengejar defisit gol, Broadcast 09 langsung berinisiatif melakukan serangan pada babak kedua. Alhasil penyerang andalan Broadcast 09, Yodi, mampu membobol gawang Panut. Broadcast 09 terus mengurung pertahanan IK 2011 untuk mengejar ketertinggalan. Meski berhasil menambah empat gol di babak kedua, hasil akhir masih milik IK E 2011 dengan skor 6-5.

Kejarmengejar skor juga ditunjukkan pertandingan antara Adv 05 dan Adv 09. Kedua tim saling serang , dengan mengandalkan kecepatan Adv 09 mencuri gol lebih dulu melalui tembakan yang dileskkan oleh Tony. Adv 09 mengakhiri babak pertama dengan keunggulan 2-0. Pada babak kedua Adv 05 menganti pola permainan dengan melakukan pressing ketat kepada pemain Adv 05, hasilnya Adv 05 sempat memeperkecil ketinggalan dengan memasukan dua gol. Namun pada pada akhir babak kedua, dewi fortuna belum berpihak kepada Adv 05, gol Tony pada menit 18 meloloskan Adv 09 ke perempat final.

Hasil pertandinagan lainnya  anatara IK C 2011 dan IK B 2011 dimenangkan IK B 2011 melalui adu pinalty denagn skor 2 -1. Dengan hasil tersebut IK B 2011 berhasil lolos ke babak perempatfinal. Pada partai perempatfinal yang dilangsungkan pada hari yang sama, mempertemukan Adv 09 VS IK B 2011. Pertandingan perempatfinal akhirnya dimenangkan Adv 09 dengan skor 2 - 0. Denga hasil ini Adv 09 adalah tim pertama yang masuk ke semifinal.



 
. © 2011 DheTemplate.com & Main Blogger. Supported by Makeityourring Diamond Engagement Rings

You can add link or short description here